Sabtu, 21 Januari 2023

titik .

kabut pagi 

waktu yang telah berjalan, setengah usai untuk menua dan berganti. Banyak hal telah menjadi masa lalu, hari ini bukan lah kemarin yang mungkin ada penyesalan . Jalani saja maka kamu akan menemukan hal yang baru, lebih baik berjalan maju dengan terluka dari pada hanya diam dan tidak mendapat apa-apa. saat kita bertahan dari luka dunia , bisa saja kita akan menyesal dan menyerah, menyerah adalah pilihan yang kita buat sendri karana takut akan rasa sakit. Ingat menyerah bukanlah pilihan dalam kehidupan, dalam hidup ini hanya berjuang sampai akhir, entah air mata yang akan selalu menyapa kita, ataupun tawa yang akan disamping kita..

Dengan terlus berjalan selama waktu tidak behentim kita akan menemukan obat atas rasa sakit dan lelah yang telah kita lalui. Jika itu kamu aku  hanya akan diam seribu kata, berbicara seolah-olah tidak pernah serius , akulah yang ta bisa bercabda sebenarnya, bila dengan mu, akau selalu aja terus  menjadi soerang anak yang mengingginkan perhatia dari orang yang di syanginya, bahjan banyak hal yang sengaja di buat lambat agar bisa menikmati waktu lebih lama.
 tetang mu adalah bahagia yang seharusnya ,  memikirkan mu ada bayak hal yang inggin ku coaba, saat bagaimana aku menghabiskan kopi di pagi hari, bagaimana kita berteduh di bawah senja atau pun bermain dengan hujan .
 bukan hal yang mudah untuk  melihat bagiamana aku jatuh cinta , cinta yang ku temui kadang kala hanya sejanak singgah dan bertanya , apakah aku mengenal orang yang ia suka, anehnya dia pergi begitu saja, akhirnya terbisa untuk mengenal cinta yang singah sementara pergi hanya meninggalkan luka. 
 
Katanya bagaian terindah dari mencintai adalah terluka, kenapa? ' BERSWAL DARI SINI', dari kata suka yang di aplikasin menjadi cinta dan hasilnya hanya lah luka , hasil dari cinta itu adalah luka, disini kita akan membuat sebuah keadaan dimana diri kita akan menyebuhkan nya sendir, dan akhirnya tidak bisa, setalah beberapa waktu kita hanya bisa menahan rasa sakit akirnya kita tau, bukan kita yang dapat menyebuhkan luka ini. tapi seseorang yang mau menerima kita.Bukanya kita berharap orang itu akan menerima luka kita, kita juga tidak tau luka apa yang dia terima, kita hnaya bisa sama-sama menerima masing masing dari kita

Minggu, 16 Oktober 2022

OKTOBER

Sepuluh dari dua belas bualn yang ada, kini kau telah melawati separuh dari usai yang telah di tetapkan , banyak pasti hal2 yang menyenangkan ataupun yang menguras lautan menjadi air hujan. Begitupun hari yang kulewati penuh warna, meski banyak warna yg abu2 tetap menyenangkan.
 Seperti lautan yang kau jadikan hujan, begitupun dunia ku , bukan hujan yang datang tapi air mata, dengan itu aku tau apa arti air mata, bukan untuk menunjukan kesedihan atapupun luka yang kau sembunyikan, kini air mata ini bisa juga hadir dari rasa bahagia...
 Terima kasih oktober, engkau telah menghadirkan indahnya dunia, karena mu ia lahir begitu mempesona. indah tumbuh di bawah senja dan dewasa  bersama malam dan bintang. oktober semoga hari nya bersamamu tetap bahagia, meski engkau membawa hujan ku harap ia dapat berteduh di bawah kasih sayang. 


Selalu bercerita tentang kita,  kau hanya bisa, melihatmu dari mimipi. kenyataan tak pernah mengizinkan aku bertemu deganmu, mungkin kenyataan mengajarkan kita agar bertemu lewat do'a. karena ia tahu rindu itu berat , bahkan dunia pun ta sanggup menopangnya maka hanya lewat doa'a kita titipkan rindu ini pada sang Pencipta. kaulah hadiah terindah dari takdir yang selalu memberika hadiah2 dalm hidupku. karena dari sekain hadiah yang pernah di abawa oleh takdir kaulah yang membuat takdir memberikan hadiah2 yang indah berikutnya.
 enatah manis nya air mata, enatah bahagianya rasa menunggu ataupun meyenangkan nya rasa jatuh cinta, banyak cerita jatuh cinata itu kadang tidak ada logika , tapi dengan mu aku merasa " Bukan cinata ga da logika Hanya saja logika itu tidak ada setelah jatuh cinta".
Sisa hari yang kau miliki entah berisi denagn tawa sedih ataupun kesendirian, semoga dapat mewarnai harinya, menjadi sebuah lukisan inadah yang akan membuat oarang lain iri saat melihatnya,



sudahlah hari ini aku akan berjalan lagi, saat kau bertemu denga ku di temaptyang berbeda mungkin saja itu bukan aku. jika ingin betermu lagi datanglah ke temapt ini, jika di tempat lain mungkin saja kau akan menemukan hal yang berbeda meski ia nampak seperti ku

Selasa, 27 Oktober 2020

"kata"

seperti malm ini aku hanya akan bisa menutup mata untuk melihat mu, dalam mimpi ku dan dalam tidur ku yang singkat,aku ta' bisa melihat mu lebih lama, dalm diam yang lama , ditengah gemerlapnya bintang dan angin malam, ta tau apa dan bagaiman engkau datang, karena hanyaa saat kepergianmu lah yng aku tau, seindah dan sekelam itu aku akan tetap melihatnya dan menantikan nya.
malam tenangkan ku dalam dekap mu, dekap erat diriku hingga ku lupa  rasa hangat pagi tadi, perasaan yang memberiku ku hasrat untuk melankah mendekatinya, ada satuhal yang harusnya bisa ku jaga dan ku biasakn untuk di simpan, menjdi cerita ku  saat aku kan terlelap dan berhayal ...
jika saja kau ada di sampingku dapatkah aku menjadi saeperti biasa, berkata tanpa harus berfikir untuk membuat mu bahagia, berbicara untuk membuat mu tertawa, atau membual hanya untuk membuat mu sedikit memperhatikan aku, kau tau kan aku ta mungkin bisa berbicar seprti bisanya bila engkau di dekat ku, ta; bisa karena hadirmu saja telah membuat ku berubah, entah tawa ku atau caraku melihat dunia ini.
Begitu berarti hadir mu untuk ku, di dunia ini sendirian membuat ku takut, begitu luas dan masih penuh dengan hal2 yang ta ku mengerti, setidaknya saat ada engkau aku bias berbagi setidaknya  sedikit gelapnya mlam , panas terik mentari, tentang mu saja aku ta tau, kadang tawa mu itu membuat ku sedih, dan tangis mu itu bias jadi harapan bagi ku, 
" iya karena ku takut saat tau tawa mu itu bukan karena aku, aku akn terluka dan membenci dunia,dan saat kau bersedih aku akan berharap menjadi orang yangdapat menghapus air mata itu, "
ta begunakah ku jika harapan itu yang hanya aku miliki hanya harapan tentang mu.
   DUNIA  yang kau benci hanyalah  sisi malam yang kau temui, ta pernah kau lihat saat malam bulan yang bersinar dan bintang yang saling bercanda di luassnya malm. "BENCILAH AKU SEBAGAIMANA SEHARUNYA", abiarkan akhu belajaar tenatang menerima, dan belajaar memaksa untuk lupa.
 dan Biarkan aku berteri,ma kasih kepada keadaan yang mengajari ku, bagaiman aku harus berjuang,  bagaimanapun itu aku bias kembali berjuang , walau keaddan ta selalu perpihak kepada ku… 
hai hujan terima kasih telah menutup rasa sedih ku hari ini, karena mu aku bisa bersembunyi dan pura2 tak terjadi apa2, tiap rintik air yang kau jatuhkan membawa pergi airmata yang memwaba luka saat ini.. suara air yang jatuh menimpa bumi menghapus isak suara yang ku simpan agar orang ta mengerti kata yang ku ucap hari ini….
 

Selasa, 07 Juli 2020

BERJALAN

HAI ……..
Dimana kita sekarang, di dunia yang penuh dengan senyum dan air mata yang hadir secara Bersama,
ta seprti dulu saat kita menatap langit penuh dengan layang2, kita bias berlari dan tertawa tanpa beban, kita juga bias menaggis tanpa perlu takut.. karena saat itu kita bebas untuk menjadi diri kita…
 pagi yang selalu aku rindukan, pagi-pagi yang tenang di mana kita masih bias melihat gelapnya malam Bersama suara angina yang berlalu membangunkan mentari...
dulu kia masih Bersama menghabisakn pagi dengan bercerita tentang mimpi kita dan berbincang harini "apa yang akan kita lakukan".
kita kini mencari kebahagiaan kita masing2,aku mengira saat seperti dulu, kita merasa bahagia kita bisa bebagi segalanya, hal-hal  baik dan buruk kita kerjakan Bersama, ta mau tau bnaik atau buruk kita hanya akan melakukannya , karena itulah cerita kia, untuk malam nanti…
 selalu ada tempat untuk ku kembali, sejauh apapunaku hilang aku yakin malam akan selalu berada disamping ku… karena hanya Bersama malam aku bisa menginggat semua tentang kita, pagi yang telah kita habiskan Bersama waktu yang telah kita buang hanya untuk membuat cerita konyol yang ta berarti
    Ada dimana saa dunia menjadi pelipur bagi kita yang teelah , berjlan jauh Bersama waktu melihat dunia yang tua  mulai merintih,