Selasa, 27 Oktober 2020

"kata"

seperti malm ini aku hanya akan bisa menutup mata untuk melihat mu, dalam mimpi ku dan dalam tidur ku yang singkat,aku ta' bisa melihat mu lebih lama, dalm diam yang lama , ditengah gemerlapnya bintang dan angin malam, ta tau apa dan bagaiman engkau datang, karena hanyaa saat kepergianmu lah yng aku tau, seindah dan sekelam itu aku akan tetap melihatnya dan menantikan nya.
malam tenangkan ku dalam dekap mu, dekap erat diriku hingga ku lupa  rasa hangat pagi tadi, perasaan yang memberiku ku hasrat untuk melankah mendekatinya, ada satuhal yang harusnya bisa ku jaga dan ku biasakn untuk di simpan, menjdi cerita ku  saat aku kan terlelap dan berhayal ...
jika saja kau ada di sampingku dapatkah aku menjadi saeperti biasa, berkata tanpa harus berfikir untuk membuat mu bahagia, berbicara untuk membuat mu tertawa, atau membual hanya untuk membuat mu sedikit memperhatikan aku, kau tau kan aku ta mungkin bisa berbicar seprti bisanya bila engkau di dekat ku, ta; bisa karena hadirmu saja telah membuat ku berubah, entah tawa ku atau caraku melihat dunia ini.
Begitu berarti hadir mu untuk ku, di dunia ini sendirian membuat ku takut, begitu luas dan masih penuh dengan hal2 yang ta ku mengerti, setidaknya saat ada engkau aku bias berbagi setidaknya  sedikit gelapnya mlam , panas terik mentari, tentang mu saja aku ta tau, kadang tawa mu itu membuat ku sedih, dan tangis mu itu bias jadi harapan bagi ku, 
" iya karena ku takut saat tau tawa mu itu bukan karena aku, aku akn terluka dan membenci dunia,dan saat kau bersedih aku akan berharap menjadi orang yangdapat menghapus air mata itu, "
ta begunakah ku jika harapan itu yang hanya aku miliki hanya harapan tentang mu.
   DUNIA  yang kau benci hanyalah  sisi malam yang kau temui, ta pernah kau lihat saat malam bulan yang bersinar dan bintang yang saling bercanda di luassnya malm. "BENCILAH AKU SEBAGAIMANA SEHARUNYA", abiarkan akhu belajaar tenatang menerima, dan belajaar memaksa untuk lupa.
 dan Biarkan aku berteri,ma kasih kepada keadaan yang mengajari ku, bagaiman aku harus berjuang,  bagaimanapun itu aku bias kembali berjuang , walau keaddan ta selalu perpihak kepada ku… 
hai hujan terima kasih telah menutup rasa sedih ku hari ini, karena mu aku bisa bersembunyi dan pura2 tak terjadi apa2, tiap rintik air yang kau jatuhkan membawa pergi airmata yang memwaba luka saat ini.. suara air yang jatuh menimpa bumi menghapus isak suara yang ku simpan agar orang ta mengerti kata yang ku ucap hari ini….